BANDUNG, Teknojurnal.net — Rumah Zakat menyalurkan Al-Qur’an Braille Digital dan buku dongeng Braille dari donatur Qurbani Pro kepada tiga penerima manfaat di wilayah RW 06, Kelurahan Kacapiring, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung.
Penyaluran tersebut turut didampingi Ketua RW setempat, Bapak Yusuf, Ketua RT, serta Bapak Maman selaku warga. Bantuan ini menjadi salah satu ikhtiar untuk menghadirkan akses membaca Al-Qur’an dan literasi yang lebih mudah bagi sahabat tunanetra 28 September 2026.
Salah satu penerima manfaat adalah Zahra, anak berusia 7 tahun yang kini duduk di kelas 1 SLB Pajajaran. Perjalanan Zahra sejak kecil tidak mudah. Saat masih dalam kandungan, dokter telah menyampaikan kepada sang ibu bahwa terdapat kondisi pada mata Zahra yang dapat menyebabkan keterbatasan penglihatan.
Kondisi tersebut juga menjadi salah satu alasan ayah Zahra memilih berpisah dengan ibunya sejak Zahra masih berada dalam kandungan.

Saat lahir, Zahra sempat memiliki kondisi mata yang dapat terbuka. Namun, ketika berusia sekitar 4–5 bulan, keluarga mengetahui adanya masalah pada saraf matanya. Dalam proses pengobatan, keluarga menyampaikan bahwa Zahra sempat mendapatkan obat yang menurut mereka tidak sesuai. Setelah itu, kedua matanya tertutup dan kondisi tersebut bertahan hingga saat ini.
Keluarga juga menyampaikan bahwa hingga kini belum ada pertanggungjawaban dari pihak rumah sakit terkait kejadian yang mereka alami. Informasi tersebut merupakan keterangan dari pihak keluarga dan belum disertai penjelasan dari pihak rumah sakit dalam penyaluran bantuan ini.
Di tengah berbagai tantangan, sang ibu terus berjuang membesarkan Zahra seorang diri sambil bekerja. Untuk mendukung pendidikan Zahra, sang tante turut membantu mengantar dan menjemputnya ke sekolah.
Meski memiliki keterbatasan penglihatan, Zahra tetap tumbuh sebagai anak yang aktif. Ia masih dapat mendengar dan berbicara dengan baik sehingga kemampuan tersebut menjadi bagian penting dalam aktivitas sehari-hari dan proses belajarnya.

Bagi Zahra, kehadiran Al-Qur’an Braille Digital dan buku dongeng Braille diharapkan dapat membuka ruang belajar yang lebih luas. Selain mendukung pengenalan terhadap Al-Qur’an, buku tersebut juga dapat menjadi sarana literasi yang sesuai dengan kebutuhannya.
Selain Zahra, bantuan juga disalurkan kepada Pak Suherli (50 tahun) dan istrinya, Bu Sri. Keduanya mengalami tunanetra sejak usia dini. Pak Suherli mengalami kondisi tersebut sejak berusia 5 tahun, sedangkan Bu Sri sejak berusia 3 tahun.
Meski memiliki keterbatasan penglihatan, keduanya masih dapat mendengar dan berbicara dengan baik. Mereka juga menjalani kehidupan keluarga dan mendampingi dua putra yang kini telah tumbuh besar.
Kedua anak Pak Suherli dan Bu Sri lahir dalam kondisi sehat. Saat ini, satu anak sedang menempuh pendidikan di jenjang SMA, sementara anak lainnya sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Kehadiran bantuan Al-Qur’an Braille Digital menjadi bagian dari upaya untuk memperluas kesempatan sahabat tunanetra dalam mengakses pembelajaran keagamaan. Sementara buku dongeng Braille diharapkan dapat memberikan pilihan bacaan yang ramah bagi penerima manfaat, khususnya bagi anak-anak tunanetra seperti Zahra.
Melalui program ini, Rumah Zakat bersama Qurbani Pro berharap bantuan yang diberikan tidak hanya menjadi sarana membaca, tetapi juga menghadirkan semangat bagi penerima manfaat untuk terus belajar, beribadah, dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
Bantuan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keterbatasan penglihatan bukanlah batas untuk terus belajar dan berkarya. Dengan akses yang tepat serta dukungan dari keluarga dan lingkungan, sahabat tunanetra tetap memiliki kesempatan untuk menjalani proses pendidikan dan kehidupan secara lebih bermakna.
Rumah Zakat berharap kolaborasi bersama para donatur dan mitra seperti Qurbani Pro dapat terus menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk dalam memenuhi kebutuhan akses pendidikan, literasi, dan keagamaan bagi penyandang tunanetra.
Editor : Apep sae












