KABUPATEN BANDUNG, Teknojurnal.net — Setelah menjalani program pemberdayaan selama enam bulan, pelaku UMKM binaan Rumah Zakat bersama Tugu Sharia Insurance mengikuti kegiatan evaluasi dan sharing session untuk melihat perkembangan usaha sekaligus menyusun rencana pengembangan pada periode berikutnya.
Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Qur’an Baitul Iqro Barokah, Kampung Cibiana, Desa Cikalong, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung 28 September 2026.
Pertemuan evaluasi menjadi ruang bagi para peserta untuk melihat kembali proses yang telah dijalani selama mengikuti program. Evaluasi tidak hanya membahas perkembangan usaha, tetapi juga berbagai aspek pendukung, mulai dari bantuan modal dan sarana usaha, penguatan kemasan dan branding, pemasaran, pencatatan keuangan, legalitas dan sertifikasi halal, hingga pemanfaatan teknologi digital.
Sejumlah peserta juga mendapatkan pendampingan dalam memanfaatkan WhatsApp Business dan QRIS sebagai bagian dari upaya menyesuaikan usaha dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan konsumen.
Dalam sesi berbagi pengalaman, para peserta menyampaikan berbagai perubahan yang dirasakan setelah mengikuti program. Mereka membahas capaian yang telah diperoleh, kendala yang masih dihadapi, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki dan mengembangkan usaha.
Evaluasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyusunan target dan rencana pengembangan usaha untuk enam bulan ke depan. Dengan demikian, peserta tidak hanya diajak melihat hasil yang telah dicapai, tetapi juga didorong untuk memiliki arah yang lebih jelas dalam menjalankan usahanya.
Salah seorang peserta program, Fitri, mengapresiasi pendampingan yang diberikan selama program berlangsung.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Rumah Zakat dan Tugu Sharia Insurance atas program pemberdayaan UMKM ini. Programnya sangat bermanfaat bagi kami, bukan hanya melalui bantuan usaha, tetapi juga melalui pelatihan dan pendampingan sehingga kami lebih termotivasi untuk mengembangkan usaha,” ujar Fitri.
Menurutnya, proses pendampingan memberikan pengalaman baru bagi pelaku usaha, terutama dalam memahami bahwa mengembangkan UMKM tidak cukup hanya dengan tambahan modal. Pengetahuan mengenai pengelolaan usaha, pemasaran, pencatatan keuangan, legalitas, serta pemanfaatan teknologi juga menjadi bagian penting dalam membangun usaha yang berkelanjutan.
Bagi para peserta, enam bulan pertama program menjadi tahap untuk belajar, mencoba, mengevaluasi, dan melakukan perbaikan. Berbagai tantangan yang muncul selama menjalankan usaha menjadi bahan pembelajaran untuk menentukan langkah berikutnya.
Rumah Zakat bersama Tugu Sharia Insurance melalui pendampingan berkelanjutan berharap para pelaku UMKM binaan dapat semakin mandiri, meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pemasaran, serta mampu mengelola usaha secara lebih profesional.
Lebih dari sekadar peningkatan omzet, pemberdayaan UMKM diharapkan dapat membuka peluang ekonomi bagi keluarga, memperkuat kemandirian pelaku usaha, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan sekitar.
Enam bulan bukanlah akhir dari sebuah program, melainkan bagian dari perjalanan panjang membangun kemandirian. Dari usaha kecil, proses belajar yang konsisten, dan keberanian untuk terus memperbaiki diri, diharapkan lahir UMKM yang semakin kuat, berdaya saing, serta mampu memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.
Karena sebuah usaha tidak tumbuh hanya dari modal, tetapi juga dari ilmu, ketekunan, pendampingan, dan kemauan untuk terus bertumbuh.
Editor ,: Apep sae












