Giat Relawan

Pernah Ditinggal Pelanggan Artis Hingga Bangkit Lewat Apem Isi, Usaha Pak Jajang Kini Temui Omzet Rp8,5 Juta

24
×

Pernah Ditinggal Pelanggan Artis Hingga Bangkit Lewat Apem Isi, Usaha Pak Jajang Kini Temui Omzet Rp8,5 Juta

Sebarkan artikel ini

Kab.Bandung, Teknojurnal.net – Rekam jejak perjalanan hidup Pak Jajang Saripudin (54) adalah bukti nyata pantang menyerahnya seorang kepala keluarga di Kp. Manirancan RT 01 RW 02, Desa Rancakasumba. Jauh sebelum menekuni usaha olahan apem isi sebagai mata pencaharian utama keluarga, Pak Jajang sempat mengecap kesuksesan di bisnis konveksi hingga memiliki banyak karyawan dan dipercaya menggarap pesanan pakaian artis kenamaan seperti Sule dan Rina Nose. Namun, dinamika bisnis membuat usaha konveksi tersebut gulung tikar. Tak patah arah, ia sempat menimba ilmu produksi kue moci di tempat saudaranya hingga menguasai takaran resep secara presisi, sebelum akhirnya mengkreasi ulang resep tersebut menjadi produk bakpao/apem isi khas ciptaannya yang terus ia pertahankan hingga kini.

Selama bertahun-tahun, Pak Jajang menjajakan apem isinya dengan berjalan keliling dari kampung ke kampung, dari pagi hingga petang. Tantangan terbesar yang dihadapinya adalah keterbatasan modal, di mana ia harus memutar modal harian secara ketat—hasil jualan hari itu langsung dibelanjakan bahan untuk olahan esok hari. Kondisi ini membuat perkembangan usahanya berjalan lambat dan terbatas. Titik balik perjuangannya hadir saat ia terpilih menjadi peserta Program Bantuan Kewirausahaan (BURSA) Rumah Zakat, yang memberikan suntikan modal usaha serta kejelasan arah pengembangan usaha.

Dukungan Rumah Zakat tak berhenti pada pemberian modal, melainkan berlanjut melalui pendampingan rutin dari relawan pemberdaya yaitu Bu Imas. Pak Jajang dibimbing dalam hal pencatatan keuangan usaha hingga pengelolaan personal branding produk agar makin diminati pelanggan. Hasilnya sangat signifikan; jika sebelumnya dengan modal yang sangat terbatas ia hanya mampu membukukan pendapatan sekitar Rp2.000.000 per bulan, kini dengan tersedianya stok bahan yang memadai serta pengelolaan usaha yang lebih rapi, omzet penjualan apem isi Pak Jajang melesat hingga mencapai Rp8,5.000.000 per bulan.

Baca Juga  Modal Kebaikan Berubah Jadi Gerbang Harapan: Kisah Sticky Milk Teh Rika di Depan Gerbang Sekolah

“Saya sangat bersyukur dan senang sekali bisa menjadi peserta program Rumah Zakat. Dulu sebelum ada bantuan, saya harus putar modal pas-pasan, habis jual langsung belanja lagi. Sekarang dengan adanya tambahan modal usaha, saya punya stok bahan jualan jadi lebih tenang dan makin semangat keliling. Ditambah lagi ada pendampingan cara nyatat uang usaha dan diajarkan cara personal branding usaha dari relawan, alhamdulillah hasilnya jauh melebihi bayangan saya,” tutur Pak Jajang dengan senyum bahagia. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dampak multiplier dari penyaluran zakat serta infak para donatur yang dikelola secara produktif dan berkelanjutan.

Liputan khusus : Giat relawan/Imas M

Editor : Apep sae