Giat Relawan

Kisah Mantan Buruh Pabrik di Bandung yang Sukses Kembangkan Usaha Mie Tulang hingga Omzet Tembus Rp7 Juta Per Bulan

30
×

Kisah Mantan Buruh Pabrik di Bandung yang Sukses Kembangkan Usaha Mie Tulang hingga Omzet Tembus Rp7 Juta Per Bulan

Sebarkan artikel ini

Kab.Bandung, Teknojurnal.net – Ketangguhan seorang ibu tak pernah bisa dipandang sebelah mata dalam menopang kesejahteraan keluarga. Hal inilah yang dibuktikan oleh Teh Wulan (33), seorang ibu rumah tangga yang berhasil mengubah jalan hidup keluarganya di tengah berbagai keterbatasan. Setelah sempat mengalami masa-masa sulit sebagai buruh pabrik di PT Jiale dan PT Ing yang terpaksa berhenti karena faktor kesehatan, Teh Wulan tidak menyerah pada keadaan. Dengan kondisi sang suami yang bekerja di konveksi kawasan Ujung Berung, Kota Bandung dan hanya bisa pulang seminggu sekali setiap hari Sabtu, Teh Wulan memberanikan diri membuka usaha kuliner demi menyokong kebutuhan buah hatinya yang baru memasuki jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) dan Ibu Mertuanya yang menjadi tanggungan juga.

Memulai langkah awalnya sekitar satu tahun lalu, Teh Wulan jeli melihat peluang kuliner kegemaran warga dan anak-anak di pemukimannya dengan berjualan Mie Bakso, Mie Tulang, serta minuman olahan. Langkah perjuangan tersebut mendapatkan dorongan angin segar ketika ia tergabung menjadi Peserta Program Bantuan Kewirausahaan (BURSA) dari Rumah Zakat. Bantuan modal usaha yang diterimanya dimanfaatkan secara optimal untuk menambah variasi menu jualan serta melengkapi peralatan usahanya agar semakin menarik bagi para pelanggan.

Tidak sekadar memberikan bantuan modal, Rumah Zakat secara berkelanjutan mendampingi Teh Wulan melalui pelatihan pencatatan keuangan usaha hingga bimbingan menentukan Harga Pokok Penjualan (HPP). Pendampingan terstruktur ini membuahkan hasil yang sangat luar biasa; omset penjualan Teh Wulan melesat tajam dari yang sebelum dibantu Rumah Zakat hanya berkisar Rp3.000.000 per bulan, kini meroket hingga mencapai Rp7.000.000 per bulan. Usahanya kini menjadi begitu populer dan viral di sekampung. “Alhamdulillah, pokoknya harus kuat mental saat jualan sepi. Saya senang sekali tergabung menjadi peserta program Rumah Zakat. Selain bantuan modal untuk tambah menu, saya didampingi cara mencatat usaha dan dibimbing menentukan HPP. Lebih senang lagi jualan saya jadi viral sekampung, istilahnya orang-orang pada pengen beli ‘Mie Tulang Teh Ulan’,” ungkap Teh Wulan penuh syukur.

Baca Juga  SINERGI UNTUK GENERASI SEHAT: Monitoring Posyandu Mawar 12B Perkuat Program Desa Bebas Stunting di Cijawura

Kisah sukses Teh Wulan menjadi bukti nyata bagaimana sinergi antara semangat pantang menyerah penerima manfaat dan dukungan terarah dari donatur serta lembaga Rumah Zakat mampu memicu kemandirian ekonomi keluarga. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi bahan laporan pertanggungjawaban yang membanggakan bagi para donatur, namun juga menjadi pemantik inspirasi serta penyemangat bagi para peserta program pemberdayaan lainnya untuk terus konsisten, berani berinovasi, dan menjaga ketahanan mental dalam meraih kemandirian finansial.

Liputan khusus : Giat relawan/Imas M

Editor : Apep sae,