Giat Relawan

Dari Mustahik Menuju Muzakki Sinergi KUA, Rumah Zakat, dan Masyarakat Hadirkan Bukti Nyata Pemberdayaan Ekonomi Umat di Solokanjeruk

62
×

Dari Mustahik Menuju Muzakki Sinergi KUA, Rumah Zakat, dan Masyarakat Hadirkan Bukti Nyata Pemberdayaan Ekonomi Umat di Solokanjeruk

Sebarkan artikel ini

Bandung, Teknojurnal.net – Sinergi kolaboratif antara Kementerian Agama melalui KUA Solokanjeruk dan LAZ Rumah Zakat kembali menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Bertempat di Aula KUA Solokanjeruk pada Senin, 18 Mei 2026, digelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi Semesteran Program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) Berbasis KUA yang sekaligus menjadi ajang silaturahmi antara pihak mitra program dan para penerima manfaat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) KUA Solokanjeruk, H. Agus Suharjo, Pendamping Program dari Rumah Zakat yaitu Ibu Iim Imas, para penyuluh agama lainnya, serta 10 Penerima Manfaat (PM) program PEU berbasis KUA. Suasana berlangsung hangat dan penuh semangat, karena kegiatan tidak hanya menjadi sarana evaluasi program, tetapi juga ruang berbagi pengalaman, motivasi, serta penguatan jejaring usaha antar peserta.

Dalam sambutannya, H. Agus Suharjo menyampaikan bahwa program pemberdayaan ekonomi umat harus terus dijaga keberlanjutannya karena terbukti mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Program ini bukan hanya tentang bantuan usaha, tetapi bagaimana membangun mental mandiri, semangat berikhtiar, dan menjadikan masyarakat lebih berdaya hingga mampu menjadi muzakki. Ini adalah capaian yang sangat membanggakan,” ujarnya.

Momentum paling menginspirasi dalam kegiatan tersebut adalah penyerahan reward kepada tiga Penerima Manfaat yang dinilai berhasil meningkatkan taraf ekonominya hingga mencapai level muzakki. Penghargaan pertama diberikan kepada Rika Mustika atau yang akrab disapa Teh Rika, pelaku usaha Sticky Milk, sotang, dan corndog, yang berhasil mencatat omzet pada bulan Maret sebesar Rp11.117.000 dengan keuntungan bersih mencapai Rp8.184.500. Selanjutnya penghargaan diberikan kepada Dandi Saeful Milah, pelaku usaha dimsum yang kini telah memiliki empat gerai aktif dengan capaian omzet sebesar Rp35.200.000 dan keuntungan bersih Rp15.100.000 pada bulan Maret 2026.

Baca Juga  Bummas MJM Merambah ke Budidaya Ternak Jangkrik

Sementara itu, penghargaan ketiga diberikan kepada Zaenal Abidin yang setiap hari berkeliling menjajakan es lollipop dan susu beku. Berkat kegigihannya, pada bulan Mei 2026 usahanya berhasil mencapai omzet sebesar Rp10.421.000 dengan keuntungan bersih Rp7.841.000. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa usaha kecil yang dijalankan dengan konsisten mampu tumbuh dan memberikan perubahan besar bagi kesejahteraan keluarga.

Pendamping Program dari Rumah Zakat, Ibu Iim Imas, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas perkembangan para penerima manfaat. “Hari ini menjadi bukti bahwa kolaborasi yang baik antara KUA, Rumah Zakat, dan masyarakat mampu melahirkan perubahan nyata. Semoga capaian para penerima manfaat ini menjadi motivasi bagi peserta lainnya untuk terus bertumbuh, mandiri, dan suatu hari mampu membantu sesama,” ungkapnya.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi semesteran ini, seluruh pihak berharap Program Pemberdayaan Ekonomi Umat berbasis KUA dapat terus berkembang dan memberikan dampak sosial yang lebih luas. Tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, program ini juga diharapkan mampu menciptakan lebih banyak pelaku usaha mandiri yang bertransformasi dari penerima manfaat menjadi pemberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Liputan khusus : Giat relawan/Imas m

Editor : Apep sae,