Bandung, Teknojurnal.net – Rumah Zakat kembali menyalurkan bantuan modal usaha melalui Program Bantuan Kewirausahaan (BURSA) kepada Bu Susi Susilawati, seorang pelaku usaha kecil penjual aneka kue basah di Desa Rancakasumba, Kabupaten Bandung, pada hari Jumat, 15 Mei 2026. Penyerahan bantuan dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan Bu Susi yang selama ini membantu suaminya memenuhi kebutuhan keluarga dengan total delapan orang tanggungan. Dengan penuh semangat dan ketekunan, Bu Susi setiap hari berjualan keliling kampung demi menyambung harapan hidup keluarganya.
Berbeda dengan kebanyakan pedagang makanan lainnya, Bu Susi memilih berjualan di sore hari. Keputusan itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, suasana pagi hari sudah dipenuhi banyak penjual makanan sehingga persaingan menjadi sangat ketat. Ia pun memilih menyisir jalan-jalan kampung pada sore hari dengan harapan masih ada rezeki yang bisa ia jemput. Selain itu, waktu sore juga menjadi kesempatan terbaik karena anaknya sudah pulang sekolah dan dapat membantu dirinya berjualan keliling.
Dengan membawa aneka kue basah sederhana, Bu Susi berjalan dari satu sudut kampung ke sudut lainnya menawarkan dagangannya kepada warga sekitar. Meski hasil yang didapat tidak selalu besar, namun semangatnya untuk terus berusaha tak pernah surut. Bantuan modal usaha dari Program BURSA Rumah Zakat diharapkan dapat membantu meningkatkan kapasitas usahanya, baik dari sisi produksi maupun variasi jualan, sehingga penghasilannya bisa semakin stabil untuk menopang kebutuhan keluarga.
“Kadang jualan habis, kadang masih ada sisa. Tapi saya tetap ikhtiar setiap hari, karena keluarga harus tetap makan dan anak-anak juga butuh biaya sekolah. Saya sangat bersyukur mendapat bantuan ini, semoga usaha saya bisa lebih maju,” ungkap Bu Susi Susilawati dengan penuh haru.
Melalui program pemberdayaan ekonomi seperti BURSA, Rumah Zakat terus berkomitmen mendampingi para pelaku usaha kecil agar mampu bertahan dan berkembang di tengah tantangan ekonomi. Kisah Bu Susi menjadi pengingat bahwa perjuangan mencari nafkah tidak selalu dilakukan di tempat ramai atau waktu terbaik, tetapi tentang keberanian untuk terus melangkah, bahkan ketika kampung mulai sepi dan senja mulai datang.
Liputan khusus : Giat relawan / Imas m
Editor : Apep sae,












