Ragam

Lautan Manusia di pelosok desa, Idul Fitri Jadi Momentum Kuatkan Silaturahmi dan Kembali ke Fitrah

23
×

Lautan Manusia di pelosok desa, Idul Fitri Jadi Momentum Kuatkan Silaturahmi dan Kembali ke Fitrah

Sebarkan artikel ini

Mekarsari, Teknojurnal.net – Suasana pagi yang indah terasa di Lapangan Masjid Nurul Huda, Cipadarek RW 09, Desa Mekarsari, pada Sabtu, 21 Maret 2026. Momen tersebut menjadi penanda datangnya hari yang fitri, Hari Raya Idul Fitri, yang disambut penuh suka cita oleh seluruh umat Islam.

Ratusan warga tampak memadati lapangan sejak pagi hari. Dengan mengenakan pakaian terbaik, mereka datang bersama keluarga, membawa semangat kebersamaan dan kebahagiaan setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan.


Bertindak sebagai imam sekaligus khotib dalam pelaksanaan Sholat Idul Fitri kali ini adalah Deni Wahyudi, yang akrab disapa Kang Dewa. Dalam khutbahnya, ia menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga kesucian hati, mempererat tali silaturahmi, serta mempertahankan nilai-nilai kebaikan yang telah dilatih selama Ramadan.
“Kemenangan sejati bukan hanya tentang kembali ke fitrah, tetapi bagaimana kita mampu menjaga keistiqamahan dalam ibadah dan akhlak setelah Ramadan berlalu,” ujar Kang Dewa dalam khutbahnya.


Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk saling memaafkan, menghilangkan segala bentuk permusuhan, serta memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat. Menurutnya, Idul Fitri adalah momentum terbaik untuk membuka lembaran baru yang lebih baik, baik secara pribadi maupun sosial.


Pelaksanaan Sholat Idul Fitri berlangsung dengan khidmat dan tertib. Usai sholat, suasana hangat langsung terasa ketika jamaah saling bersalaman, bermaaf-maafan, dan bertukar senyum kebahagiaan.


Tokoh masyarakat setempat menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga dalam menjaga tradisi kebersamaan ini. Mereka berharap semangat kebersamaan yang terbangun di hari raya dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari.


Perayaan Idul Fitri di Desa Mekarsari tahun ini tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga menjadi momentum memperkuat nilai persatuan, kepedulian, dan keharmonisan antarwarga. Sebuah gambaran nyata bahwa kebahagiaan sejati hadir ketika kebersamaan dan keikhlasan menyatu dalam kehidupan masyarakat.

Baca Juga  Bupati Bandung: Manasik Bukan Formalitas, Ini Bekal Penting Menuju Haji Mabrur

Liputan khusus: crew TJ.net

Editor : Apep sae