Kab. Bandung. Teknojurnal.net – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Kab. Bandung H. Asep Syamsudin, S.Ag, menyelenggarakan acara silaturahmi ramadhan, bertempat di kediamannya Kp. Buahpiit, Desa Cikalong Kec. Cimaung, Kabupaten Bandung. Jumat (13 Maret 2026, sekitar Pukul 13:00 WIB s/d selesai.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua RW setempat yang menyambut baik acara silaturrahmi serta menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya pada H. Asep Syamsudin, S.Ag, atas berbagi rejekinya kepada para yatim dan lansia dari seputaran RW nya.
Tak ketinggalan, perwakilan dari komunitas Forum Wartawan Cimaung (Forwaci), Rahmat Tamrin berikan applause dan dukungannya pada prestasi kinerja dari H. Asep Syamsudin sebagai Anggota Dewan DPRD Prov. Jabar yang baik dan mengharumkan Cimaung dan Kabupaten Bandung.
Acara puncak berupa sambutan dari H. Asep Syamsudin, S.Ag yang membahas tentang efek dari perang antara Negara Iran versus Israel dan Amerika Serikat.

“Bapak ibu dan juga anak-anak sekalian serta para awak media yang hadir di acara ini, saya mengucapkan terimakasih atas kedatangannya, disini saya akan membahas perihal dampak yang bakal terasa bagi Pemerintah dan rakyat Indonesia yang paling Fital yaitu kenaikan harga BBM” ucap nya dia awal sambutannya.
“Tidak bisa dipungkiri bahwa segala jenis kegiatan maupun transaksi ekonomi akan sangat memerlukan yang namanya BBM, baik para pegawai dari semua instansi maupun para petani dan masyarakat pada umumnya” jelasnya.
Menurut H. Asep, pemerintah Indonesia sangat ketergantungan untuk pasokan BBM nya dari Timur Tengah.
“Harga minyak mentah dunia persaat mencapai $120/barel, sementara Pemerintah Indonesia mengasumsikan harga minyak mentah sebesar $70/barel. Maka apabila ada kenaikan harga sebesar $1/barel saja, anggaran pembelanjaan Pemerintah Indonesia akan naik sebesar Rp 1,5 Triliun” ungkapnya.
“Dapat kita prediksi, ketika harga minyak mentah dunia mencapai $120/barel sementara Pemerintah mengasumsikan harga sebesar $70/barel, maka ada kenaikan sebesar $50/barel. Secara otomatis Pemerintah Indonesia harus mengasumsikan untuk pembelian minyak mentah sebesar Rp 300 Triliun” imbuh nya.
Lebih lanjut, H. Asep menjelaskan bahwa jangan heran apabila perang masih berlangsung dan harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan terus, maka akan mempengaruhi APBN yang sudah ada akan disedot untuk memenuhi subsidi BBM. Tidak menutup kemungkinan juga akan mempengaruhi anggaran yang lainnya. Semisal anggaran MBG.
“Sudah menjadi fakta bahwa ketika harga BBM naik, maka akan mempengaruhi pada kenaikan harga dari semua kebutuhan kita”ucapnya.
Diakhir sambutannya, H Asep menyarankan agar kita semua banyak berdoa dalam menghadapi situasi tersebut.
“Maka saya sarankan kepada anda sekalian, terlebih sekarang ini adalah bulan Ramadhan yang merupakan bulan suci dimana segala doa dan harapan kita akan diijabah oleh Allah SWT. Maka berdoalah supaya para pemimpin kita akan lebih memperhatikan rakyatnya” harapnya.
“Saya sarankan juga kita harus hidup hemat. Mudah-mudahan perang segera selesai, permasalahan segera selesai dan normal kembali” tutupnya.
Acara ditutup dengan pembagian sembako dan santunan kepada anak-anak yatim dan para lansia
Reporter : Ummy Komariah


