Giat Relawan

Dari Es Lollipop ke Lumpia Ramadhan, Jurus Cerdas Mang Adin Menjemput Rezeki di Senja Hari

22
×

Dari Es Lollipop ke Lumpia Ramadhan, Jurus Cerdas Mang Adin Menjemput Rezeki di Senja Hari

Sebarkan artikel ini

Kab. Bandung, Teknojurnal.net – Ramadhan selalu menghadirkan cerita perjuangan bagi para pelaku usaha kecil, termasuk bagi Zaenal Abidin, yang akrab disapa Mang Adin. Warga Kampung Manirancan, Desa Rancakasumba, Kabupaten Bandung ini dikenal sebagai penjual es lollipop yang setiap hari berkeliling dari satu sekolah ke sekolah lainnya sejak pagi hingga sore. Namun datangnya bulan suci Ramadhan membuat kebiasaannya itu tidak lagi memungkinkan, karena anak-anak sekolah sedang menjalankan ibadah puasa.

Situasi tersebut sempat membuat Mang Adin harus memutar otak agar tetap bisa mendapatkan penghasilan untuk keluarganya. Biasanya, dari pagi hingga sore hari ia menjajakan es lollipop dengan sepeda dagangnya. Namun di bulan Ramadhan, minuman dingin tentu tidak lagi menjadi pilihan utama bagi anak-anak sekolah. Tantangan itulah yang kemudian mendorong Mang Adin mencari alternatif usaha lain agar roda ekonomi keluarganya tetap berputar.

Berkat dukungan dan bantuan dari Rumah Zakat, Mang Adin akhirnya memiliki peluang baru untuk berjualan produk yang lebih sesuai dengan suasana Ramadhan, yaitu lumpia dengan saus kacang. Dengan gerobak sederhana yang kini dihiasi branding usaha, Mang Adin mulai berjualan menjelang sore hingga waktu maghrib tiba. Terkadang ia mangkal di pinggiran Mall Thee Matic Majalaya, namun tak jarang pula ia berkeliling kampung untuk menawarkan lumpia hangatnya kepada warga yang sedang mencari takjil berbuka puasa.

Saat ditemui di kediamannya di Kp. Manirancan, Desa Rancakasumba, Kabupaten Bandung, pada Rabu siang (11 Maret 2026), Mang Adin mengungkapkan rasa syukur atas dukungan yang ia terima. “Alhamdulillah, ayeuna mah tiasa usaha deui sanajan beda dagangan. Biasana jual es lollipop ka sakola, ayeuna mah jual lumpia sore-sore. Hatur nuhun ka Rumah Zakat sareng donatur anu parantos ngabantosan usaha abdi,” ujar Mang Adin dengan wajah penuh semangat.

Baca Juga  Di Tengah Kebun Teh dan Keterbatasan, SADEWA Hadirkan Layanan Kesehatan bagi Warga Rancabali

Pendamping Rumah Zakat juga menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para donatur yang berharap usaha Mang Adin bisa terus berkembang. “Bantuan ini adalah bentuk kepedulian para donatur untuk membantu Mang Adin agar tetap bisa berusaha di bulan Ramadhan. Harapannya usaha lumpia ini bisa menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan bagi beliau dan keluarganya,” ungkap pendamping program. Kisah Mang Adin menjadi bukti bahwa dengan semangat, kreativitas, dan dukungan bersama, keterbatasan dapat berubah menjadi peluang baru untuk menjemput rezeki.

Liputan khusus : Giat relawan/Imas m

Editor : Apep sae