Giat Relawan

Di Balik Mesin Jahit yang Tak Pernah Berhenti, Bingkisan Lebaran Itu Datang Membawa Harapan

30
×

Di Balik Mesin Jahit yang Tak Pernah Berhenti, Bingkisan Lebaran Itu Datang Membawa Harapan

Sebarkan artikel ini

Kab. Bandung, Teknojurnal.net – Selasa, 24 Februari 2026 atau bertepatan dengan hari ke-6 Ramadhan 1447 H, menjadi hari yang tak akan dilupakan oleh Ibu Dea Wahyuniar. Bertempat di Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, ia menerima Bingkisan Lebaran Keluarga (BLK) dari para donatur Rumah Zakat 24/02/2026. Senyum haru tak mampu disembunyikan saat tim datang membawa amanah kebaikan. Di tengah keterbatasan ekonomi yang setiap hari ia perjuangkan, bantuan tersebut menjadi angin segar yang menenangkan hati.

Sehari-hari, Ibu Dea bekerja sebagai buruh jahit di konveksi milik tetangganya. Dari balik mesin jahit sederhana, ia membantu suami memenuhi kebutuhan keluarga, sekadar agar dapur tetap mengepul dan bisa membeli beras serta minyak. Sementara sang suami bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Dengan tiga orang anak—dua masih duduk di bangku Sekolah Dasar dan satu balita—kebutuhan keluarga tentu tidak ringan.

Ibu Dea tidak pernah bermimpi muluk-muluk tentang kue lebaran atau baju baru. Baginya, kebutuhan makan sehari-hari tercukupi saja sudah menjadi rasa syukur yang besar. Dengan suara lirih ia bercerita, “Kemarin saja untuk sahur hanya ada dua bungkus mie instan untuk kami makan berlima. Dicukup-cukupi saja, yang penting anak-anak tetap bisa makan.” Kisah sederhana itu menggambarkan betapa berat perjuangan yang ia jalani.

Kedatangan tim Rumah Zakat membawa Bingkisan Lebaran Keluarga menjadi kebahagiaan yang tak terlukiskan. “Alhamdulillah sekali, bantuan ini sangat berarti untuk kami. Setidaknya kami bisa lebih tenang menyambut Lebaran,” ungkap Ibu Dea dengan mata berkaca-kaca. Bingkisan tersebut bukan sekadar paket kebutuhan pokok, tetapi juga simbol kepedulian dan cinta dari para donatur yang ingin berbagi kebahagiaan.

Selain Ibu Dea, terdapat sembilan keluarga lain dengan kondisi serupa di Kecamatan Solokanjeruk yang juga menerima bantuan BLK pada hari tersebut. Semoga setiap bingkisan yang disalurkan menjadi keberkahan bagi penerima dan menjadi ladang pahala bagi para donatur. Di balik mesin jahit yang terus berputar, kini terselip harapan baru bahwa kebaikan selalu menemukan jalannya untuk menghadirkan senyum di hari raya.

Baca Juga  Saat Pintu Rezeki Lama Tertutup, Teh Tati Membuka yang Baru dari Dapur Rumah

Liputan khusus : Giat relawan/Imas m

Editor : Apep sae,