Kab. Bandung,Teknojurnal.net – Desa Berdaya Rancakasumba kembali menorehkan langkah progresif dalam program ekonomi Rumah Zakat. Pada Minggu, 15 Februari 2026, sebanyak 10 calon Peserta Program binaan Rumah Zakat tahun 2026 mengikuti pembinaan perdana yang dirangkaikan dengan sosialisasi gerakan kencleng infak usaha. Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Rancakasumba, Kabupaten Bandung ini menjadi gebrakan kelompok kedua dalam membangun fondasi perubahan, bukan hanya dari sisi usaha, tetapi juga dari sisi spiritual dan kepedulian sosial.
Sebagai Peserta Program binaan Rumah Zakat yang berasal dari golongan mustahik, mereka sejak awal pendampingan diarahkan untuk memiliki pola pikir bertumbuh dan naik kelas. Melalui program ekonomi Rumah Zakat, para pelaku UMKM tidak hanya didorong meningkatkan kapasitas usaha dan omzet, tetapi juga dibimbing untuk mulai belajar berinfak dari keuntungan bersih usahanya. Gerakan kencleng infak usaha ini menjadi simbol komitmen bahwa proses pemberdayaan bukan sekadar menerima bantuan, melainkan membangun kesiapan untuk menjadi pemberi manfaat.
Salah satu Peserta Program binaan Rumah Zakat menyampaikan rasa syukur dan semangatnya. “Selama ini kami merasa sebagai penerima manfaat. Tapi melalui pembinaan ini, kami diajak belajar menyisihkan sebagian keuntungan untuk infak. Walaupun belum besar, kami ingin memulai. Semoga usaha kami semakin berkembang dan suatu saat bisa benar-benar menjadi muzakki,” ungkapnya penuh harap.
Melalui gerakan infak yang dimulai sejak dini ini, diharapkan proses pemberdayaan berjalan lebih utuh dan berkelanjutan. Tahun 2026 ditargetkan tidak hanya melahirkan UMKM yang naik omzet, tetapi juga peserta yang mampu entas dari Garis Kemiskinan (GK) serta menghadirkan muzakki baru dari Desa Rancakasumba. Inilah transformasi nyata yang ingin dihadirkan program ekonomi Rumah Zakat—mengubah status, mengubah pola pikir, dan perlahan menorehkan sejarah kemandirian dari desa.
Liputan khusus : Giat relawan/Imas m
Editor : Apep sae,












