Bandung, Teknojurnal.net — Perjalanan usaha Pak Yanto Sugianto, warga Kampung Loa Kerak, Desa Mekarsari, Kecamatan Ciparay, menjadi bukti bahwa perubahan besar dapat bermula dari langkah kecil. Sebelum menjadi peserta program binaan Rumah Zakat pada tahun 2025, ia sehari-hari berjualan gorengan menggunakan gerobak sederhana dan mangkal di depan masjid sekitar Desa Rancakasumba. Usaha tersebut berjalan tanpa arah karena ia belum pernah melakukan pencatatan keuangan, sehingga tidak mengetahui perkembangan usahanya secara pasti.
Pendampingan dari Relawan Inspirasi Rumah Zakat menjadi titik balik bagi usaha Pak Yanto. Melalui pembinaan intensif, ia mulai memahami pentingnya mencatat pemasukan dan pengeluaran, belajar cara mengelola dan mengembangkan usaha, serta mendapat arahan untuk memperluas variasi menu dagangannya.
Hasilnya mulai terlihat. Kini, Pak Yanto telah mampu membuka sebuah warung sendiri meski masih berstatus sewa. Menu yang disajikan pun semakin beragam, mulai dari lotek, karedok, mitul, hingga kopi seduh yang dikelola bersama istrinya. Dalam dua bulan terakhir, ia bahkan menambah area tempat duduk di pinggir jalan sebagai ruang istirahat bagi pengendara, yang membuat warungnya semakin ramai dan strategis.
Berkat kerja keras dan pendampingan berkelanjutan, omzet usaha Pak Yanto kini mencapai sekitar Rp16 juta per bulan, dengan penghasilan bersih sekitar Rp7 juta. Pencapaian tersebut merupakan lompatan besar dibanding kondisi sebelumnya yang hanya mengandalkan gerobak kecil.
“Alhamdulillah, setelah dibina Rumah Zakat, saya jadi paham cara mengelola usaha. Sekarang dagangan makin ramai dan usaha terasa benar-benar berkembang,” ujar Pak Yanto penuh syukur.
Liputan khusus : Giat relawan/Imas m
Editor : J. Roy












