Bandung, Teknojurnal.net —
Kabar gembira datang dari salah satu penerima program Bantuan Kewirausahaan Rumah Zakat, Susi, pengrajin telur asin asal Desa Rancakasumba. Produk olahannya kini dilirik untuk menjadi bagian dari menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut.
Pada Rabu (15/10), Relawan Inspirasi Rumah Zakat melakukan monitoring rutin kepada Bu Susi sebagai penerima manfaat program ekonomi. Dalam kesempatan itu, Bu Susi menyampaikan bahwa produknya ditawarkan untuk masuk dalam daftar menu MBG oleh salah satu koordinator SPPG desa. Tawaran ini menjadi peluang besar untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat keberlanjutan usahanya.
Dalam sepekan terakhir, Bu Susi telah merebus hingga 2.000 butir telur asin untuk memenuhi permintaan pelanggan tetap di sekitar Desa Rancakasumba. Peningkatan produksi ini menunjukkan bahwa produknya semakin diminati masyarakat.
Usaha telur asin yang dikelola di rumahnya dilakukan dengan telaten dan menjaga kualitas rasa. Kepercayaan dari pihak SPPG menjadi bukti bahwa produk lokal binaan Rumah Zakat memiliki potensi besar untuk mendukung peningkatan gizi masyarakat.
> “Kami sangat bahagia mendengar kabar baik ini. Semoga kerja sama dengan SPPG dapat segera terwujud dan menjadi jalan bagi peningkatan ekonomi Bu Susi. Setiap kemajuan pelaku usaha binaan adalah bukti nyata dari ketekunan dan pendampingan berkelanjutan,” ujar Relawan Inspirasi Rumah Zakat saat kegiatan monitoring.
Bu Susi pun menyampaikan rasa syukur atas dukungan yang diberikan Rumah Zakat. Ia optimis, meski masih menunggu keputusan final dari pihak SPPG, kerja sama ini akan membuka peluang baru untuk peningkatan penjualan sekaligus memperkuat merek produknya di masyarakat.
Kisah Bu Susi menjadi contoh nyata keberhasilan program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan Rumah Zakat. Dari dapur sederhana di rumahnya, kini Telur Asin Susi mulai menapaki jalan menuju kemandirian dan memberi kontribusi nyata bagi pemenuhan gizi masyarakat desa.
Liputan khusus : Giat Relawan/Imas M
Editor : Apep sae,












